Lhokseumawe, Selasa, 6 Oktober 2026 — Pengurus Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Lhokseumawe menerima kunjungan mahasiswa internasional dalam rangkaian kegiatan Joint Cultural Camp Fall 2026 yang turut diikuti oleh mahasiswa Universitas Malikussaleh. Kunjungan tersebut diawali dengan prosesi peusijuek sebagai bentuk penyambutan dan penghormatan dalam tradisi adat Aceh.
Prosesi peusijuek dilakukan langsung oleh Ketua MAA Kota Lhokseumawe, H. Saifuddin Saleh, SH, kepada para mahasiswa internasional dan mahasiswa Universitas Malikussaleh yang hadir. Prosesi tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan menjadi kesempatan bagi para mahasiswa untuk mengenal secara langsung salah satu tradisi adat Aceh yang sarat dengan nilai doa, keberkahan, keselamatan, dan penghormatan kepada tamu.
Para mahasiswa internasional yang berkunjung berasal dari sejumlah negara, di antaranya Kamboja, Kanada, Belanda, Perancis, dan Mahasiswa ITS serta Unimal. Kehadiran mereka di MAA Kota Lhokseumawe merupakan bagian dari kegiatan pengenalan dan pembelajaran mengenai budaya Aceh, hukum adat, serta hukum syariat yang berkembang dan diterapkan dalam kehidupan masyarakat Aceh.
Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai adat istiadat Aceh, kelembagaan adat, peran Majelis Adat Aceh, serta berbagai praktik adat yang masih dipertahankan di tengah perkembangan zaman. Selain itu, para peserta juga diperkenalkan dengan hubungan antara adat dan syariat Islam dalam kehidupan masyarakat Aceh.
Ketua MAA Kota Lhokseumawe menyampaikan bahwa prosesi peusijuek merupakan salah satu bagian dari adat Aceh yang memiliki makna penting dalam menyambut dan menghormati tamu. Melalui kegiatan ini, para mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan secara teoritis, tetapi juga dapat melihat dan merasakan secara langsung pelaksanaan tradisi adat Aceh.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan dialog dan diskusi antara Pengurus MAA Kota Lhokseumawe dengan para mahasiswa. Para peserta terlihat antusias mengajukan berbagai pertanyaan mengenai adat istiadat, hukum adat, kelembagaan adat, serta penerapan nilai-nilai syariat dalam kehidupan masyarakat Aceh.
Pengurus MAA Kota Lhokseumawe menyambut baik kegiatan Joint Cultural Camp Fall 2026 karena menjadi sarana pertukaran pengetahuan dan pengalaman lintas negara serta lintas budaya. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan kearifan lokal Aceh kepada generasi muda dan masyarakat internasional.
Melalui kunjungan ini, MAA Kota Lhokseumawe berharap semakin banyak generasi muda, baik dari dalam maupun luar negeri, yang mengenal dan memahami adat, budaya, hukum adat, serta nilai-nilai syariat Aceh sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen MAA Kota Lhokseumawe dalam melestarikan, mengembangkan, dan memperkenalkan adat Aceh ke tingkat nasional maupun internasional.
