Ketua MAA Kota Lhokseumawe Laksanakan Prosesi Peusijuk 47 Keusyik Terpilih Periode 2026-2032

Lhokseumawe, Kamis, 8 Oktober 2026 — Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Lhokseumawe, H. Saifuddin Saleh, SH, melaksanakan prosesi peusijuek kepada para Keuchik terpilih dalam rangkaian acara Pelantikan Keuchik Terpilih dalam wilayah Kota Lhokseumawe periode 2026–2032 yang berlangsung di Harun Convention Hall.

Prosesi peusijuek tersebut diberikan kepada sebanyak 47 orang Keuchik terpilih yang akan mengemban amanah memimpin gampong masing-masing selama periode 2026–2032. Turut juga dipeusijuek PAW Geuchik Ujong Blang periode 2022-2028.

Peusijuek merupakan salah satu tradisi adat Aceh yang sarat dengan nilai-nilai doa, harapan, keberkahan, serta ungkapan rasa syukur. Dalam konteks pelantikan Keuchik, prosesi ini menjadi simbol doa dan harapan agar para Keuchik yang menerima amanah senantiasa memperoleh keberkahan, kekuatan, kebijaksanaan dan keteguhan dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ketua MAA Kota Lhokseumawe, H. Saifuddin Saleh, SH, menyampaikan bahwa pelaksanaan peusijuek pada momentum pelantikan Keuchik merupakan bagian penting dalam menjaga dan melestarikan adat istiadat Aceh dalam kehidupan pemerintahan dan masyarakat.

Menurutnya, Keuchik memiliki posisi strategis dalam kehidupan masyarakat gampong, tidak hanya sebagai pemimpin pemerintahan gampong, tetapi juga sebagai bagian penting dalam menjaga nilai-nilai adat, perdamaian, persatuan dan keharmonisan masyarakat.

“Melalui prosesi peusijuek ini, kita mendoakan agar seluruh Keuchik yang telah dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, mengedepankan musyawarah, menjaga adat dan budaya Aceh serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar H. Saifuddin Saleh.

MAA Kota Lhokseumawe berharap para Keuchik terpilih dapat menjadi pemimpin yang dekat dengan masyarakat, mampu menyelesaikan berbagai persoalan di tingkat gampong secara bijaksana serta terus memperkuat penerapan nilai-nilai adat Aceh dalam kehidupan bermasyarakat.

Pelaksanaan prosesi peusijuek terhadap 47 Keuchik tersebut sekaligus menjadi wujud nyata komitmen MAA Kota Lhokseumawe dalam melestarikan, mengembangkan dan mengaktualisasikan adat istiadat Aceh dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam penyelenggaraan pemerintahan gampong.