Lhokseumawe, Kamis, 1 Oktober 2026
— Pengurus Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Lhokseumawe menjadi Guest Teacher pada kegiatan pembelajaran di Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Bidang Pelestarian Adat Putroe Phang MAA Kota Lhokseumawe, Ibu Hj. Nuraini, S.Pd., M.Pd. hadir sebagai pemateri dengan mengangkat judul materi Berpantun dengan Bahasa Aceh, Berkarya dan Berbudaya.
Melalui materi tersebut, para siswa diajak mengenal dan memahami pantun sebagai salah satu bentuk karya sastra lisan yang hidup dalam masyarakat Aceh. Pantun tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga memiliki nilai pendidikan, nasihat, etika, serta menjadi media untuk menyampaikan pesan-pesan budaya.
Hj. Nuraini mengajak para siswa untuk berani berkarya menggunakan bahasa Aceh serta mengenal kekayaan bahasa dan budaya daerah. Penggunaan bahasa Aceh dalam pantun diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap bahasa daerah sekaligus memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya Aceh.
Kegiatan Guest Teacher berlangsung secara interaktif. Para siswa mendapatkan kesempatan untuk mendengarkan pemaparan materi, mengenal bentuk-bentuk pantun dalam bahasa Aceh, serta berpartisipasi dalam kegiatan berpantun dan berdiskusi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan adat dan budaya Aceh kepada generasi muda melalui pendekatan yang kreatif, edukatif, dan menyenangkan. MAA Kota Lhokseumawe berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai sarana pelestarian budaya dan pembentukan karakter generasi muda.
MAA Kota Lhokseumawe menyampaikan apresiasi kepada Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe atas kesempatan dan ruang yang diberikan kepada Pengurus MAA untuk berbagi pengetahuan serta memperkenalkan kekayaan budaya Aceh kepada para siswa.
Berpantun dengan Bahasa Aceh, Berkarya dan Berbudaya menjadi pesan penting bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui karya sederhana, termasuk berpantun, dengan menjadikan bahasa Aceh sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan generasi muda.
