MAA Kota Lhokseumawe Hadirkan Mural Adat Peusijuek Sunat Rasul Dukung Penilaian Kota Layak Anak 2026 Lhokseumawe

Lhokseumawe – Dalam rangka mendukung penilaian Kota Layak Anak (KLA) Tahun 2026, Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Lhokseumawe menghadirkan mural bertema adat Aceh pada dinding pagar Museum Kota Lhokseumawe yang berada di kawasan taman ramah anak. Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi MAA dalam memperkuat identitas budaya sekaligus menghadirkan ruang edukatif bagi anak-anak dan masyarakat.

Mural yang ditampilkan menggambarkan prosesi adat Peusijuek Sunat Rasul, salah satu tradisi masyarakat Aceh yang sarat dengan nilai-nilai religius, pendidikan karakter, penghormatan terhadap anak, serta pelestarian budaya. Dalam mural tersebut juga ditampilkan berbagai perlengkapan adat peusijuek seperti bulukat kuneng dan bahan-bahan peusijuek yang menjadi simbol doa dan harapan bagi anak yang memasuki fase penting dalam kehidupannya.

Ketua MAA Kota Lhokseumawe menyampaikan bahwa mural ini tidak hanya berfungsi sebagai media estetika, tetapi juga sebagai sarana edukasi budaya bagi generasi muda. Melalui visualisasi adat yang menarik, anak-anak dapat mengenal dan memahami nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Aceh.

Keberadaan mural adat di kawasan taman ramah anak juga sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Lhokseumawe dalam mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, edukatif, dan ramah bagi tumbuh kembang anak. Dukungan seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam mewujudkan komitmen Kota Lhokseumawe menuju Kota Layak Anak Tahun 2026.

Melalui karya mural ini, MAA Kota Lhokseumawe berharap nilai-nilai adat dan budaya Aceh dapat terus diwariskan kepada generasi penerus, sekaligus memperkuat peran budaya sebagai salah satu pilar dalam pembangunan kota yang ramah anak, berkarakter, dan berkeadaban.