Tarian Ranup Lampuan Adat Peumulia Jamee

TARIAN RANUP LAMPUAN, ADAT PEUMULIA JAMEE

Putroe Phaang

Aceh merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di ujung utara Pulau Sumatera dan merupakan provinsi paling barat Indonesia. Dalam masyarakat Aceh, mempunyai berbagai macam adat, baik yang tertulis maupun yang tak tertulis. Adat merupakan gagasan kebudayan yang terdiri dari nilai-nilai budaya, norma, kebiasaan, kelembagaan dan hukum adat yang mengatur tingkah laku manusia antara satu sama lain, yang lazim dilakukan di dalam suatu kelompok masyarakat.

Adat dan budaya Aceh memang sangat unik serta beragam, setiap tradisinya menyimpan makna dan filosofis tersendiri. Salah satu yang masih dipertahankan dan dijunjung tinggi adalah budaya peumulia jamee (memuliakan tamu). Salah satu adat peumulia jamee tercermin dalam tarian Ranub Lampuan.

Tari Ranup Lampuan merupakan salah satu karya seni monumental yang dilahirkan oleh para seniman Aceh. Ranup Lampuan dalam bahasa Aceh, berarti sirih dalam puan. Puan adalah tempat sirih khas Aceh.

Tari ini berlatar belakang adat-istiadat yang hidup dan tetap terpelihara di Aceh, khususnya adat menerima dan menghormati tamu. Hal ini terlihat simbolik gerak tari penari, maupun melalui perlengkapan tari, sirih yang digunakan kepada tamu. Melalui gerak tari terlihat gerak yang tertib dan lembut sebagai ungkapan keikhlasan menerima tamu. Seperti gerak salam sembah, gerak lembut ke samping kanan kiri, dengan tangan menghayun, adalah ungkapan kehidmatan mempersilahkan para tamu duduk, dan suguhan sirih adalah perlambang persaudaraan, sebagai mukadimah dari setiap hajad dalam pergaulan hidup bermasyarakat.

Tarian ini terdiri dari penari Perempuan, yang berjumlah 5 penari atau 9 penari. Tarian ini juga diiringi atau diisi dengan musik menggunakan alat musik serune kale dan geundrang.

Kostum Tari yang digunakan yaitu baju Aceh yakni baju lengan panjang dengan potongan leher tertutup (kearah atas). Pada kerah leher baju disulam benang kasab/benang emas, serasi dengan warna kain. Biasanya kain berwarna kuning atau merah (ungu ke merah-merahan). Begitu juga dengan sulaman yang terdapat di ujung tangan baju. celana panjang dengan potongan lebar/lapang pada bahagian atas pinggang, sedangkan kaki mengecil kebawah. Pada persilangan kaki/paha ditambah/dijahit kain lain berbentuk segitiga (meusetak) dan kain kebawah (tunjang). Sehingga persilangan tersebut jauh kebawah/longgar.

Pada bagian sebelah dalam dari kaki celana disulam benang emas (meukasab), demikian juga sekeliling ujung kaki. Kain sarung tenunan Aceh atau kain saur kasab yang serasi, ikat pinggang dari emas atau emas celupan, kain selendang biasa. Adapun peralatan atau bahan yang digunakan dalam tarian ranub lampuan yaitu :

Bate (Puan)

Ranub (Sirih, Pinang, Kapur, Gambir, dan Cengkeh)Ceuradi (alas puan)

Sange (tutup bate)

Adapun tarian ini biasanya dibawakan oleh anak kecil ataupun remaja pada acara resepsi pernikahan atau acara penyambutan tamu.

Demikianlah salah satu tarian tradisional Aceh yang mencerminkan kekhasan budaya adat Aceh dalam hal memuliakan tamu/peumulia jamee. Semoga tradisi ini dapat dipertahankan dalam budaya adat Aceh, serta menjaga ciri khas tarian ini tanpa mengubahnya dan menjadi contoh yang baik bagi budaya luar.

 

Sumber dari : MAA Prov Aceh https://maa.acehprov.go.id/berita/kategori/putroe-phang/tarian-ranup-lampuan-adat-peumulia-jamee