MAA Kota Lhokseumawe Saweu Sikula ke SMKN 8 Lhokseumawe

Lhokseumawe – Pengurus Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Lhokseumawe kembali melaksanakan program Saweu Sikula pada hari Senin, 15 Juni 2026, sebagai upaya menanamkan nilai-nilai adat, budaya, dan karakter kepada generasi muda. Kali ini kegiatan berlangsung di Aula SMKN 8 Lhokseumawe yang berlokasi di Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua MAA, Wakil Ketua MAA, Ketua Bidang Adat Istiadat, Ketua Bidang Pusaka Adat dan Kepala Sekretariat MAA dan Tim Sekretariat MAA Kota Lhokseumawe, dewan guru, serta para siswa-siswi SMKN 8 Lhokseumawe. Dalam kesempatan itu, tim MAA menyampaikan pentingnya menjaga dan melestarikan adat istiadat Aceh sebagai identitas dan jati diri masyarakat Aceh di tengah perkembangan zaman.

Kepala SMKN 8 Lhokseumawe menyambut baik program Saweu Sikula dan mengucapkan terima kasih atas terpilihnya SMKN 8 sebagai salah satu sekolah yang dikunjungi oleh Pengurus MAA dalam program MAA Saweu Sikula.

Ketua MAA dalam sambutannya menyampaikan 5 kekhususan Aceh dibandingkan wilayah atau daerah lain yaitu Bumi tanah rencong, Daerah modal, Serambi mekkah, Bumi iskandar muda dan Pemerintahan para ratu.

Selanjutnya penyampaian materi oleh Tgk. Adnan Yahya, S.Kom.I, M.Pd tentang Adat Istiadat dan Adat Susila. Materi dimulai dengan pengenalan MAA kepada para siswa SMKN 8, dilanjutkan dengan sosialisasi penggunaan bahasa Aceh sesuai Instruksi Walikota Lhokseumawe serta pembahasan tentang adat istiadat meliputi pengenalan nilai-nilai adat Aceh, etika pergaulan, penghormatan kepada orang tua dan guru, serta peran generasi muda dalam menjaga warisan budaya dan peradaban Aceh. Para siswa juga diajak untuk memahami bahwa adat dan syariat merupakan dua hal yang saling melengkapi dalam kehidupan masyarakat Aceh.

Melalui kegiatan ini, MAA Kota Lhokseumawe berharap para pelajar tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan keterampilan, tetapi juga memiliki pemahaman yang kuat terhadap adat istiadat Aceh sehingga mampu menjadi generasi penerus yang menjaga serta melestarikan budaya daerah di masa mendatang.