Lhokseumawe — Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Lhokseumawe melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Sosialisasi Adat Istiadat untuk Penyusunan Buku Inayah Asoe Nanggroe, sebagai upaya mendokumentasikan, melestarikan, dan memperkenalkan nilai-nilai adat istiadat Aceh kepada masyarakat.
Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu Ketua MAA Kota Lhokseumawe, H. Saifuddin Saleh, SH, Dr. Kemal Fasya, M.Hum, dan Zul Afrizal, S.Pd.I., MA. Ketiganya diharapkan dapat memberikan pemikiran, pandangan, serta masukan untuk memperkaya materi dan menyempurnakan substansi buku Inayah Asoe Nanggroe.
FGD ini diikuti oleh peserta dari unsur mukim, dinas terkait, Ketua APDESI, Ketua Forum Keuchik, serta seluruh pengurus MAA Kota Lhokseumawe. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam menggali informasi, pengalaman, dan pengetahuan mengenai adat istiadat yang masih hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Melalui forum diskusi ini, para peserta diberikan ruang untuk menyampaikan masukan, saran, dan informasi yang relevan agar buku Inayah Asoe Nanggroe dapat disusun secara komprehensif serta mencerminkan kekayaan adat istiadat masyarakat Aceh, khususnya di Kota Lhokseumawe.
Penyusunan buku ini merupakan salah satu bentuk komitmen MAA Kota Lhokseumawe dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya, memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai adat, serta mendorong pewarisan pengetahuan adat kepada generasi muda.
Melalui kegiatan FGD ini, diharapkan buku Inayah Asoe Nanggroe dapat menjadi sumber informasi dan referensi bagi masyarakat, sekaligus menjadi dokumentasi penting dalam upaya pelestarian adat istiadat Aceh agar tetap dikenal, dipahami, dan diamalkan oleh generasi mendatang.
