Ketua MAA Kota Lhokseumawe Bapak H. Saifuddin Saleh, SH Bersama Akhyar Amnar, MP.d dari Bidang Pusaka Adat menjadi Guest Teacher Sejarah Islam di Aceh mengupas Sejarah Kerajaan Islam Samudera Pasai di SD Sukma Bangsa Lhokseumawe. Selaku Guest Teacher bertemakan "IKTIBAR SAMUDERA PASAI". Disambut Kepala Sekolah Munzir M.Pd, dan guru senior Cut Fitriyana, pembekalan tentang keagungan Samudera Pasai meliputi Ikhwal Sejarah kelahiran Kerajaan Samudera dan Pasai, yang tergabung masa Sultan Muhammad Malikul Zahir, mulai tahun 1267, serta kunjungan Marcopolo (1292), kunjungan Ibnu Batutah tahun 1335 dan 1336. Menjalin hubungan Internasional dengan Cina, Arab dan India. Kerajaan yang Agung ini dijelaskan sebagai Samudera yang merupakan asal-muasal nama Pulau Sumatera, penyumbang bahasa dan peradaban Melayu Nusantara. Situs Budaya berupa makam raja-rajanya terdapat di Gampong Beuringen, dimana terdapat makam terindah di Asia Tenggara yaitu Makam Putroe Nihrasiyah Khadiyu, yang memerintah pasca Sultan Zainal Abidin awak abad XVI. Sorang Putra Samudera Pasai adalah Fatahillah atau Fadhlullah Khan 1520 memimpin pasukan Cirebon bergabung Banten menyerang Portugis di Sunda Kelapa dan setelah merebut pelabuhan besar itu mendirikan Jaya Karta, yg kita kenal sebagai Jakarta saat ini. Artefak yg terpenting dalam sejarah Agung Samudera Pasai yaitu Al Lonceng Cakra Donya cinderamata dari Cina melalui tangan Laksamana Chengho tahun 1414, tergantung sekarang di Museum Aceh, Banda Aceh. Putra asal Pasai lainnya Al Syech Syamsuddin As Sumaterani, yang dimakamkan tahun 1530 di Malaka, tidak lain dari Kadhi Malikul Wadhi Kerajaan Aceh Darussalam periode Sultan Iskandar Muda.
