Ketua MAA Kota Lhokseumawe Jelaskan Peran Lembaga Adat dan Istiadat Terkait Bahaya Narkoba pada Kegiatan Ananda Bersinar Goes to School di SMPN 7 Lhokseumawe

Lhokseumawe – Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Lhokseumawe, H. Saifuddin Saleh, SH., menjadi narasumber utusan 15 sekolah SMP/MTsN pada acara BNN Kota Lhokseumawe di SMP Negeri 7. Ketua MAA Kota Lhokseumawe menjelaskan celah masuknya narkoba sebagai ancaman bagi generasi muda.

Dalam acara Ananda Bersinar Goes To School yang dibuka kepala BNN Kota Lhokseumawe Hendri Pahala Marbun, SE, MAP, Ketua MAA menyampaikan materi dengan judul Keberadaan Lembaga Adat dan Peran Sosial dalam Pencegahan Penyebaran Narkoba guna melahirkan kader pendidikan Bangsa.

Lembaga Adat Aceh yang terdiri dari Imum Mukim, Imum Syik, Keuchik, Imum Gampong, Tuha Peut Gampong, Panglima Laoet, Pawang Uteuen, Haria Peukan dan Keujrueng Blang dapat diperankan menjadi pencegah peredaran maupun produksi narkoba, melalui antara lain keberadaan Panglima Laoet mengawasi penyebaran dan keberadaan Pawang Uteuen sebagai pencegah produksi tanaman ganja. Peredaran dan penggunaan narkoba di Gampong, pasar, kawasan pertanian yang sepi bisa diperankan Haria Peukan dan Keujrueng Blang, serta keterlibatan elemen adat budaya lainnya menjadi sumber info yang penting. 

Saifuddin yang pernah menjadi Wakil Ketua BNN Kota ketika menjabat Kepala Dinas Kesehatan dibawah Ketua Suaidi Yahya, Wakil Walikota Lhokseumawe periode 2007/2012 menjelaskan minimal 9 Daftar Inventarisasi Masalah yang dapat menumbuhkembangkan narkoba, antara lain, Ayah yang Fatherless, ibu yang tidak menghidupkan dapur, guru yang tidak berfungsi mendidik, senior seperti Abang kakak wali dari anak yang tidak mengayomi, hartawan yang asik menghitung laba, dan segala pihak yang menghalalkan segala cara asal waktu jadi duit, menjadikan anak muda remaja mendekati kafe sebagai pusat pangan.  

Dari sinilah celah masuk menjadi pemakai dan penyalur narkoba akibat hidup manusia sudah nafsi-nafsi. Dihadapan beberapa guru serta staf BNN Kota Lhokseumawe, Saifuddin Saleh memotivasi lebih dari 150 siswa bahwa mereka adalah pewaris masa depan, " bisa jadi Jendral, Gurubesar, dokter, pengusaha, pemuka daerah", katanya, karena sejumlah tokoh nasional asal Aceh adalah mereka yang telah terpelihara dengan 7 Matra, meliputi, komitmen berjuang merubah nasib sendiri, peran orang tua, guru, sekolah atau lembaga pendidikan, lingkungan, Pemerintah, dan Adat budaya warisan leluhur.

MAA siap mendukung program Pemerintah dalam hal pemberantasan bahaya narkoba, ucap Saifuddin Saleh mengakhiri dialog dengan Para Siswa.