Lhokseumawe, 21 September 2026 — Kepala Sekretariat Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Lhokseumawe bersama Tim Sub Bagian Dokumentasi dan Pendataan mewakili MAA Kota Lhokseumawe menghadiri acara pembukaan Workshop Pembuatan Ornamen Aceh pada Limbah Kayu sebagai Upaya Pelestarian Budaya yang dilaksanakan di SMK Negeri 4 Lhokseumawe, Senin (21/9/2026).
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, sebagai bagian dari upaya mendorong pelestarian dan pengembangan kebudayaan Aceh melalui kegiatan edukatif dan kreatif yang melibatkan generasi muda.
Workshop ini mengangkat pemanfaatan limbah kayu sebagai media untuk menghasilkan karya ornamen Aceh. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kreativitas, keterampilan serta kecintaan generasi muda terhadap seni dan budaya daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Sekretariat MAA Kota Lhokseumawe, Shari Anita, S.Sos., MM., dipercaya untuk memberikan kata sambutan sekaligus membuka kegiatan workshop secara resmi.
Dalam sambutannya, Kepala Sekretariat MAA menyampaikan apresiasi kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh, Kementerian Kebudayaan RI, yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut di Kota Lhokseumawe. Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki nilai penting dalam memperkenalkan budaya Aceh kepada generasi muda melalui pendekatan yang kreatif dan aplikatif.
Kepala Sekretariat MAA menyampaikan bahwa ornamen Aceh bukan hanya memiliki nilai keindahan, tetapi juga mengandung nilai sejarah, filosofi dan identitas budaya masyarakat Aceh yang perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap generasi muda tidak hanya mengenal ornamen Aceh sebagai bentuk seni, tetapi juga memahami nilai dan makna yang terkandung di dalamnya. Pemanfaatan limbah kayu menjadi karya bernuansa Aceh merupakan bentuk kreativitas yang sekaligus dapat menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya,” ujarnya.
Ia juga mengharapkan para peserta dapat mengikuti workshop dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengembangkan keterampilan serta menghasilkan karya-karya kreatif yang tetap mengedepankan nilai dan karakter budaya Aceh.
MAA Kota Lhokseumawe menyambut baik berbagai kegiatan pelestarian kebudayaan yang melibatkan generasi muda. Kolaborasi antara lembaga kebudayaan, satuan pendidikan dan masyarakat dinilai penting untuk memastikan adat, seni dan budaya Aceh tetap dikenal, dipahami dan dilestarikan di tengah perkembangan zaman.
Melalui workshop ini, diharapkan para peserta dapat memperoleh pengalaman dan keterampilan baru dalam mengolah limbah kayu menjadi karya ornamen Aceh, sekaligus memahami pentingnya menjaga warisan budaya daerah.
Kehadiran Kepala Sekretariat bersama Tim Sub Bagian Dokumentasi dan Pendataan MAA Kota Lhokseumawe merupakan bentuk dukungan terhadap kegiatan pelestarian budaya yang diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh, Kementerian Kebudayaan RI, serta komitmen MAA dalam mendorong keterlibatan generasi muda dalam pelestarian adat dan budaya Aceh.
